Showing posts with label akhawat. Show all posts
Showing posts with label akhawat. Show all posts

Wednesday, June 20, 2012

kuat jom?

[sms masuk]


(ukhti, kenapa ana rasa penat atas jln dakwah ni? sbb tak ikhlas ke?)


-tarik nafas. Allah beri aku kekuatan utk menguatkan.walau aku pun, kadang kala tak kuat-



[mendail]

"Assalamualaikum,..."

"akak..."

(dan akhirnya tangisan yang kedengaran)

....

....

kata-kata semangat diberi

" you know what dear, akak rasa nak hug saja kamu sekarang....huhuuu"

[end call]



peluk bantal kuat-kuat.menahan sebak.



-sangat meruntun. sangat. tapi perlu kuat, untuk menguatkan-
-adik, moga kepenatan kita ini Allah nilai disisnya, sebagai saham untuk kita gapai redhaNya, dan akhirnya sama-sama ke sorganya yang indah tu. amin ya rabb-

Allah, kuatkan kami,bersama T_T

Friday, January 27, 2012

jaga-jaga.

Ukhti, aku tertarik ta’aruf sama anti.” Itulah kalimat yang sering diadukan oleh para akhwat yang penulis kenal. Dalam satu minggu bisa ada dua tawaran ta’aruf dari ikhwan dunia maya. Berdasarkan curhat para akhwat, rata-rata si ikhwan tertarik pada akhkwat melalui penilaian komentar akhwat.

Banyaknya jaringan sosial di dunia maya seperti facebook, yahoo messenger, dll, menjadikan akhwat dan ikhwan mudah berinteraksi tanpa batas.

Begitu lembut dan halusnya jebakan dunia maya, tanpa disadari mudah menggelincirkan diri manusia ke jurang kebinasaan.

Kasus ta’aruf ini sangat memprihatinkan sebenarnya. Seorang bergelar ikhwan memajang profil islami, tapi serampangan memaknai ta’aruf. Melihat akhwat yang dinilai bagus kualitas agamanya, langsung berani mengungkapkan kata ‘ta’aruf’, tanpa perantara.

Jangan memaknai kata “ta’aruf” secara sempit, pelajari dulu serangkaian tata cara ta’aruf atau kaidah-kaidah yang dibenarkan oleh Islam. Jika memakai kata ta’aruf untuk bebas berinteraksi dengan lawan jenis, lantas apa bedanya yang telah mendapat hidayah dengan yang masih jahiliyah? Islam telah memberi konsep yang jelas dalam tatacara ta’aruf.

Suatu ketika ada sebuah cerita di salah satu situs jejaring sosial, pasangan akhwat-ikhwan mengatakan sedang ta’aruf, dan untuk menjaga perasaan masing-masing, digantilah status mereka berdua sebagai pasutri, sungguh memiriskan hati. Pernah juga ada kisah ikhwan-akhwat yang saling mengumbar kegenitan di dunia maya, berikut ini petikan obrolannya:

“Assalamualaikum ukhti,” Sapa sang ikhwan.

“‘Wa’alikumsalam akhi,” Balas sang akhwat.

“Subhanallah ukhti, ana kagum dengan kepribadian anti, seperti Sumayyah, seperti Khaulah binti azwar, bla bla bla bla…” puji ikhwan tersebut.

Apakah berakhir sampai di sini? Oh no…. Rupanya yang ditemui ini juga akhwat genit, maka berlanjutlah obrolan tersebut, si ikhwan bertanya apakah si akhwat sudah punya calon, lantas si akhwat menjawab.

“Alangkah beruntungnya akhwat yang mendapatkan akhi kelak.”

Sang ikhwan pun tidak mau kalah, balas memuji akhwat. “Subhanallah, sangat beruntung ikhwan yang mendapatkan bidadari dunia seperti anti.”

....Banyaknya jaringan sosial di dunia maya menjadikan akhwat dan ikhwan mudah berinteraksi tanpa batas. Ikhwannya membabi buta, akhwatnya terpedaya....

Owh mengerikan, berlebay-lebay di dunia maya, syaitan tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Lalu tertancaplah rasa, bermekaran di dada dua sejoli tersebut, yang belum ada ikatan pernikahan.

Dengan bangganya sang ikhwan menaburkan janji-janji manis, akan mengajak akhwat hidup di planet mars, mengunjungi benua-benua di dunia. Hingga larutlah keduanya dalam janji-janji lebay.

Ikhwannya membabi buta, akhwatnya terpedaya……a’udzubillah, bukan begitu ta’aruf yang Rasulullah ajarkan.

Wahai Ikhwan, Jangan Permainkan Ta’aruf!

Muslimah itu mutiara, tidak sembarang orang boleh menyentuhnya, tidak sembarang orang boleh memandangnya. Jika kalian punya keinginan untuk menikahinya, carilah cara yang baik yang dibenarkan Islam. Cari tahu informasi tentang akhwat melalui pihak ketiga yang bisa dipercaya. Jika maksud ta’arufmu untuk menggenapkan separuh agamamu, silakan saja, tapi prosesnya jangan keluar dari koridor Islam.

....Wahai ikhwan, relakah jika adikmu dijadikan ajang coba-coba ta’aruf oleh orang lain? Tentu engkau keberatan bukan?....

Wahai ikhwan, relakah jika adikmu dijadikan ajang coba-coba ta’aruf oleh orang lain? Tentu engkau keberatan bukan? Jagalahizzah muslimah, mereka adalah saudaramu. Pasanglah tabir pembatas dalam interaksi dengannya. Pahamilah, hati wanita itu lembut dan mudah tersentuh, akan timbul guncangan batin jika jeratan yang kalian tabur tersebut hanya sekedar main-main.

Jagalah hati mereka, jangan banyak memberi harapan atau menabur simpati yang dapat melunturkan keimanan mereka.

Mereka adalah wanita-wanita pemalu yang ingin meneladani wanita mulia di awal-awal Islam, biarkan iman mereka bertambah dalam balutan rasa nyaman dan aman dari gangguan JIL alias Jaringan Ikhwan Lebay.

Wahai Ikhwan,

Ini hanya sekedar nasihat, jangan mudah percaya dengan apa yang dipresentasikan orang di dunia maya, karena foto dan kata-kata yang tidak kamu ketahui kejelasan karakter wanita, tidak dapat dijadikan tolak ukur kesalehahan mereka, hendaklah mengutus orang yang amanah yang membantumu mencari data dan informasinya.

....luasnya ilmu yang engkau miliki tidak menjadikan engkau mulia, jika tidak kau imbangi dengan menjaga adab pergaulan dengan lawan jenis....

Wahai ikhwan, luasnya ilmu yang engkau miliki tidak menjadikan engkau mulia, jika tidak kau imbangi dengan menjaga adab pergaulan dengan lawan jenis.

Duhai Akhwat, Jaga Hijabmu!

Duhai akhwat, jaga hijabmu agar tidak runtuh kewibaanmu. Jangan bangga karena banyaknya ikhwan yang menginginkan taaruf. Karena ta’aruf yang tidak berdasarkan aturan syar’i, sesungguhnya sama saja si ikhwan meredahkanmu. Jika ikhwan itu punya niat yang benar dan serius, tentu akan memakai cara yang Rasulullah ajarkan, dan tidak langsung menembak kalian dengan caranya sendiri.

Duhai akhwat, terkadang kita harus mengoreksi cara kita berinteraksi dengan mereka, apakah ada yang salah hingga membuat mereka tertarik dengan kita? Terlalu lunakkah sikap kita terhadapnya?

Duhai akhwat, sadarilah, orang-orang yang engkau kenal di dunia maya tidak semua memberikan informasi yang sebenarnya, waspadalah, karena engkau adalah sebaik-baik wanita yang menggenggam amanah Ilahi. Jangan mudah terpedaya oleh rayuan orang di dunia maya.

....berhiaslah dengan akhlak islami, jangan mengumbar kegenitan pada ikhwan yang bukan mahram....

Duhai akhwat, berhiaslah dengan akhlak islami, jangan mengumbar kegenitan pada ikhwan yang bukan mahram, biarkan apa yang ada di dirimu menjadi simpanan manis buat suamimu kelak.

Duhai akhwat, ta’aruf yang sesungguhnya haruslah berdasarkan cara Islam, bukan dengan cara mengumbar rasa sebelum ada akad nikah.[Yulianna PS/voa-islam.com]

http://www.voa-islam.com/teenage/young-spirit/2010/10/10/10760/renungan-buat-ikhwanakhwat-yang-bertaaruf-di-dunia-maya/

p/s: jangan terfitnah dengan alam maya, dan juga bukan maya.

moga Allah kuatkan dan lindungi~~

Sunday, January 15, 2012

pasca imtihan. pre-LI




untuk kamu ukhti,

yang meneruskan perjuangan di unisza n tganukiter
yang bakal berjauhan di merata bumi malaysia

bakal rindu sama kamu

"rabitah pengikat,doa ekspresi rindu"
jangan lupa pertemuan sebelum maghrib kita. every day :)


p/s: uhuu. ni baru LI. camna la ye nnt abes tempoh khidmat sy pd study dn DnT nnt kat terengganu. sy syg terengganu :(
p/s: sila tgk video ni.huu

Wednesday, December 28, 2011

"kerna iman ku yg compang-camping"



Ketika ku baca firmanNya;

“Sungguh tiap mukmin bersaudara.”
Aku tahu, ukhuwah tak perlu diperjuangkan
Tak perlu, kerana ia hanyalah akibat dari iman.

Aku ingat pertemuan pertama kita, ukhti sayang
Dalam dua detik, dua detik saja
Aku telah merasakan perkenalan

Bahkan kesepakatan
Itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra
Dengan iman yang menyala; mereka telah muafakat
Meski lisan belum saling sebut nama, dan tangan belum berjabat

Ya, kubaca lagi firmanNya;

“Sungguh tiap mukmin bersaudara.”
Aku makin tahu, persaudaraan tak perlu diperjuangkan
Kerana saat ikatan melemah

Saat keakraban kita merapuh
Saat salam terasa menyakitkan

Saat kebersamaan serasa seksaan
Saat pemberian bagai bara api

Dan saat kebaikan justeru melukai
Aku tahu, yang rombeng bukanlah ukhuwah kita
Hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau menjerit
Mungkin dua-duanya, mungkin kau saja
Tentu terlebih sering; imanku lah yang compang-camping :(

Kubaca firman persaudaraan itu, ukhti sayang
Dan aku makin tahu,mengapa di kala lain diancamkan;
“Para kekasih pada hari itu,”

“Sebagian menjadi musuh sebagian yang lain,”
“Kecuali orang-orang yang bertaqwa”.

(Salim A. Fillah)


"bila berlaku apa-apa masalah ukhuwah dalam saff perjuangan, meski terkadang kita cenderung untuk pantas merawat; namun dengan sebenarnya kita sama sekali tidak perlu bersusah payah untuk membaiki masalah ukhuwah itu. Di alam realiti nyata teramat sukar untuk dilaksanakannya."

Tetapi, yang lebih utama untuk kita melakukan ialah memperjuangkan kembali keimanan dalam diri yang sedang bertelagah itu. Mengingatkan kembali pada keimanan. Justeru hanya keimananlah yang akan mampu menyatukan hati-hati yang terbelah-bahagi.

Kerana ukhuwah hanyalah akibat dari iman. Maka masalah ukhuwah tidak perlu diuruskan secara luaran. Kerana hanya iman yang mampu menguruskan perasaan."


its touchy~~~

yup

perlu jaga hati. jaga iman.

Allah akan jaga ikatan hati, Allah akan smbungkan ikatan jiwa.

kerna Allah pemegang hati-hati kita.

kembali muhasabah dan perbaiki. moga menjadi diri yang lebih baik dan fresh.

dan insyaAllah hati kita ya ukhti syg fillah, akan terus bersatu atas nama DIA yg satu insyaAllah~~~~


olahan dr sumber

edit sikit sajak. dr word akhi ke ukhti utk kesesuaian.:)

Thursday, December 22, 2011

give ur time fully?

bismillah

oke. hari ni ada dua post.rasa nak tulis banyak2.

semalam ada usrah,

time usrah saaangaaaat touching dgn ayat tadabbur yang ni

"Dan org-org yang terdahulu lg yang pertama-tama(masuk islam) di antara org-org muhajirin dan ansar dan org-org yg mengikuti mereka dgn baik, Allah redha kepada mereka dan mereka pun redha dengan Allah. Allah menyediakan bg mrk syurga- syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka KEKAL didalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung." (9:100)

(coversedihjetimetu)

dan tsentak dgn ayat yng dishare oleh kakak syg fillah,my usrahmate

"sesungguhnya Allah mmbeli dari orang-orang mukmin, baik diri mahupun harta mereka dengan mmberikan syurga untuk mereka. mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, sebagai janji yang benar dari Allah di dalam Taurat,Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung."

minggu ni busy dgn study busy dgn alat..huuuuT_T
pastu mcm byk bg alasan kat diri.
-sebenarnya ada tanggungjawab BESAR yang sdg dipikul,tp msih terkial2 nk wat sorg.sob-
mmg x patut.

balik usrah tu, muhasabah balik

terlintas satu ayat kat dlm hati:

"sambil lewa dlm DnT, pastu nak pulak syurga DIA. nak islam menang, nak capai UA, nak macam2. nak buat bisnes ngan Allah, tapi x sanggup nak bg HARTA, MASA dan DIRI fully...(FULLY oke!).aduh, macam mane tu wahai diri!??"

dush.
sobs.

tercucuk.sakit

then terkena lagi dgn sharing sahabat syg fillah

"
semakin kita sibuk, semakin menguji utk mlaksanakan amalan ukhrawi.. sedar x sedar, itulah hadiah dari Allah.. rebutlah hadiah Allah dan peliharalah ia ~
"

TT_TT

....

tambah dgn ujian lain. jd rencah.jd sentitive sikit.

......

tapi naakkkk sgt jd mcm golongan di ayat yg pertama td.nak sgt~~~~~


sebab tu perasaan sprti 'previous post' terkeluar. sobs lagi.


ya Allah, bantu diri utk harungi UJIAN yang MENGUATKAN~

-sayamestipositive!-
-mesti bg diri dan harta dan masa fully! mesticuba!-

sekian.postinisedikitmeluahperasaan.
sila jangan marah jika x bagi faedah. tapi ada point yang nak share. hope boleh trace dan ambik mana yang baik.wallahua'lam

Wednesday, December 14, 2011

happycircle~

one of my adik syg fillah, post kan ini di mukabukunya,
♥ ukht Nasihah Nazmi ♥ ukht Syaima' Ansorullah ♥ ukht Bintu Malek ♥ ukht Nur Jannah
p/s: mcm happy circle kte laa.. ehe~
dn tag sama video osem yg dh femes ini,



sungguh rasa di hati hanya Allah yang tahu.

syg.mereka.fillah.


yup, sengaja nak share.

bak kata ukhti syg fillah,
"saya dah ade 행복한 가족
anda bila lagi???"
p/s yg bersirat 2: nak rasa kesedapan mi bandung muar, kene try sendiri..ehe. *kenyitmata*

Sunday, December 4, 2011

bulatan 'nucleus'

Ku punya satu bulatan

Bulatan ini cukup bermakna buatku..


Mereka memandang

Mungkin hairan

Lalu bertanya: apa ada pada bulatan itu

Ku tersenyum,

Dlm benak mahu dijawab sahaja pertanyaan itu dgn senyuman


Melihat aku tersenyum,

Mereka malah hairan,

Lalu bertanya lagi:

“apa pentingnya bulatan itu kepada kamu”


Bulatan itu ,

Bulatan cinta

Bulatan itu,

Bulatan meyuburkan jiwa


Bulatan itu, tidak selalunya dipenuhi dengan senda gurau mencuit hati,

Mahupun curahan ilmu semata.

Ianya..

Bulatan manusia yang punya seribu satu rasa,

Kadangkala terisi dgn ketegangan,

Kadangkala,Curahan rasa dilemparkan

Kadagkala, air mata mengisi bulatan itu

Namun semuanya pasti dikonklusikan kearah tuhan.

Kembali dicerahi dgn fikrah islam

Dengan pemikiran islami, dgn jiwa islami

Dan dari itu, hati mula bahagia...


Dari bulatan itu..

Ku mengenal terlalu banyak erti rasa

Terlalu bnyak...

Tak mampu ditafsirkan dgn kata-kata


Dan Bulatan itu benar2 mentarbiyah

Direct

Indirect

Yang pastinya dr DIA, namun disalurkan melalui bulatan itu


Apa yg ku pegang,

Bulatan ini insyaAllah mampu menerbitkan peribadi muslim

Bulatan yang merupakan asas kepada binaan tamadun islami

bukan aku mereka-reka akan formulasi ini

Namun semuanya diambil dari sirah nabi, sejarah KITA yang terdahulu.


Walau bersendiri , hati tetap merindu akan bulatan itu

Akan jiwa2 dan roh dlm bulatan itu...


Ya muqallibal qulub,

Tetapkan hati aku atas jalanMu, atas jalanMu yang lurus

Jalan yang Kau beri nikmat..

Ku merasai nya dlm bulatan ni,

Maka ya Allah eratkan hati-hati kami

Dan thabatkan kami,

Untuk terus berada dalam bulatan itu

Sehingga akhir nafas

Walau ketika itu, islam sudah menjadi ustaziyatul alam(impian)


Bulatan cinta, menuju redhanNYA


" ...ya tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. sungguh, Engkaulah yang Maha Mendengar Maha Mengetahui . Ya tuhan kami, jadikanlah kami orang-orang yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukanlah kepada kepada kami cara-cara melakukan ibadah kami, dan terimalah tobat kami, sungguh, engkaulah Yang Maha Penerima taubat, maha penyayang" (2:127-128)

" dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kpd anak-anaknya,demikian pula Ya'kub. "wahai anak-anaku! sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim"(2:132)



Uhibbunur,

First touch 27November2011,

Last edited,3December2011.


p/s: bulatan ni kan umpama satu nucleus yang comel

Sunday, November 20, 2011

share : Di Jalan Ini Aku Bernikah :)

"Cincin di jarinya bukan tanda ikatan istimewa, melainkan hanya mengingatkan diri bahawa dia sudah 'menikahi' jalan dakwah ini, maka semestinya dia harus melaksanakan tanggungjawabnya sebagai seorang dai'e dengan sepenuh hati."

sepenuh hati.....


.........................................................


Bismillahirrahmanirrahim..

Jari manisnya tersarung sebentuk cincin. Mengelus-elus lembut batu cincin, cantik. Mata-mata lain memuji sambil mengucapkan tahniah kepadanya.

"Wah, dah 'berpunya' rupanya! awat tak habaq? "
"cantiknya cincin, diam diam ubi berisi ea? "
"Ehem, dah khitbah rupanya ukhti ."

Dia tersenyum, tidak mengangguk, tidak menggeleng. Sahabat-sahabat mula berlalu pergi,hanya tinggal dia seorang, di taman itu.Mereka baru selesai liqo'. Alhamdulillah, syukur Allah masih beri kesempatan untuknya bernafas dalam tarbiyyah. Teringat kembali peristiwa setahun lepas, tatkala sentuhan murobbi hinggap pertama kali di hatinya.

Peristiwa setahun yang lepas takkan pernah luput dari ingatannya. Kisah bagaimana perjalanan sebuah tarbiyyah bermula. Allah. Dia sendiri seakan tidak percaya dengan perubahan yang dialaminya sekarang, berjubah, bertudung labuh, hand-socks, stoking. Tiada lagi selendang warna-warni menghiasi kepala, tiada lagi jeans skinny, tiada lagi t-shirt ketat di tubuhnya. Sudah dibuangnya jauh-jauh imej lama itu. Dia malu sebenarnya, malu memikirkan diri yang lama. Tapi digagahkan diri untuk berubah, tabahkan hati bersedia menadah telinga menerima ejekan dan perlian yang bakal diterima. Sudah dia bekali dengan senyuman di hati, sudah dia tekadkan azam, dia berubah bukan kerana manusia, tetapi kerana Tuhannya.

Begitulah perjalanannya bermula, pahit manis, lelah duri, semuanya telah tertulis dengan rapi .Alhamdulillah, masih lagi bertahan berdiri. Akhawat merupakan kekuatan utama selepas dia memasuki relung dakwah dan tarbiyyah ini. Ibarat menanam benih, dia mula menyemai fikrah islamiyyah, memperteguhkan lagi iman dan aqidahnya, semoga nanti membuahkan amal dan akhlak yang manis, semuanya demi redha Allah.

Hari ini dia di sini, bersama usrati tersayang, yang sama-sama meredah hujan dan badai di dalam dakwah dan tarbiyyah. Mereka menangis bersama, tertawa bersama, Allah, dunia seperti taman syurga bila ada mereka. Mereka berkumpul berbincang mengenai masalah ummat, bersama memikirkan jalan penyelesaian terbaik untuk dakwah muntij, bersatu dalam memperjuangkan tujuan yang satu-- Ustaziyatul Alam.

Dia memandang kembali cincin di jari manisnya, terletak sempurna. Ya, dia sudah bernikah. Bukan dengan mana-mana ar-rijjal, tetapi dia bernikah dengan jalan dakwah. Dia memilih untuk nikahi dakwah, kerana itu dia sudah sediakan diri sepenuhnya untuk diinfakkan di jalan ini, jalan untuk menemui Ilahi. Dia merasai bahagianya di jalan dakwah ini,bahagia yang tidak akan dirasai jika dia tidak mengenal tarbiyyah, kerana itu dia memilihnya.

Bukan tidak pernah dia didatangi suara-suara yang bertanyakan pemilik hati, tetapi dia tekad, hanya senyuman sebagai ganti penolakan. Bukan dia tidak punya hati, tetapi hatinya seakan mati tatkala ummah ibarat buih-buih di gigi air, yang berpecah belah terhempas di batu peradaban sekulerisme. Imannya menangis ketika melihat saudara seakidahnya diseksa dan dianiaya. Sakit, tenat, itulah yang dirasainya. Oleh itu dia merasakan tanggungjawabnya untuk mengembalikan kegemilangan ummat, iaitu dengan menjalani dakwah sepenuh hati. Dia punya Tuhan untuk mengadu, tidak pernah kesepian kerana dia tahu, Tuhan tidak pernah meninggalkannya.

Cincin di jarinya bukan tanda ikatan istimewa, melainkan hanya mengingatkan diri bahawa dia sudah 'menikahi' jalan dakwah ini, maka semestinya dia harus melaksanakan tanggungjawabnya sebagai seorang dai'e dengan sepenuh hati. Biarlah hatinya diisi dengan cinta Ilahi, biar mantap fikrah dan aqidah di hati, mengejar keredhaan Allah, mahu jadi bidadari kesayanganNya. Mungkin nanti dia tidak peroleh cinta di dunia, tetapi dia yakin, di syurga nanti ada cinta yang lebih bahagia untuknya.

"Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu, sungguh Allah maha mengetahui."
Ali Imran : 92

di jalan ini dia bernikah,
mengharapkan keredhaan dariNya.


....................................................

" Biarlah hatinya diisi dengan cinta Ilahi, biar mantap fikrah dan aqidah di hati, mengejar keredhaan Allah, mahu jadi bidadari kesayanganNya. Mungkin nanti dia tidak peroleh cinta di dunia, tetapi dia yakin, di syurga nanti ada cinta yang lebih bahagia untuknya."

sumbernya disini


p/s: touch my soul. sgt. responsibility masih banyak.

lg 1 , mgkin sebab,ad jg melalui benda yang sama.. 'rasa' yang sama... :)

huhu. macam nak kene ade reminding juga(cincin sebentuk? ^^). biar ianya simbolik, namun yang penting berbekasnya peringatan itu di hati. lagi penting kena buat kerana Nya T_T~~~~~

Thursday, November 10, 2011

si cilik Istisyhad :)

salam taaruf semua, ismi Khadijah Istisyhad ^^



bismillah

tempoh hari melawat mujahidah kecil

Khadijah Istisyhad- sedap kan nama.like sgt

puteri seorang akhawat merangkap sahabat sekolah; sama umur, sama tadika, sama sekolah rendah hingga sekolah menengah,

kira sahabat sepermainan lah dr kecik :)

khadijah bersama acik nora..

dan sekarang sahabat sy ni dah menikah, dan dah slmt melahirkan seorang mujahidah! ( oh, yang ni belum sama lagi ya..uhuk2)

mndgr cerita sambil mengutip pglmn, bak kata cik afiqah, amik berkat (adoi-_-')

alhmdulillah, acik nas (tuenyeee rase) doakan moga umi dan khadijah sentiasa dlm jagaan Allah, jangan nakal2 ya khadijah^^, moga mnjadi mata rantaian utk perjuangan umi dan abimu dalam menegakkan deen Allah~~


maaf ya khadijah, acik kekok lagi nak pegang bayi yg baru2 lg mcm awak ni ..huuu



p/s: suka nama mashitah dan sarah. suka sebab mcm lembut tp tegas.sekian

Sunday, November 6, 2011

dari sahabat



huhu

dari blog sahabat
shbt sprjuangan yang disayangi fillah^^

:)


insyaAllah fillah insyaAllah,
doakan.ila.jannah
ameeennn

fawathiqillah humma rabitotaha, ya Allah~~~ ^_^


Tuesday, October 25, 2011

Repost : senyuman-itu

Bismillahirrahmanirrahim..

Syukran lillah hamdallah..

Hari ini, penulis berkira-kira ingin menzahirkan nota dari hati penulis..

Base(asas) post hr ni: senyum

ha.ha.ha..dah terfikir ape2?

mungkin kisahnya lebih berkisar ttg diri penulis. Buat yang mengenali penulis, penulis harap agar antum dapat mengambil mne yg baik,mungkin anda akan bersetuju mahupun tidak,itu hak antum. Buat yang tidak mengenali penulis, takpe, perkara itu tidak penting sama sekali.moga semua dapat mengambil mana-mana yang baik, dan tegurlah andai ada yang salah..ok

baik. penulis mula..

~~*~~~*~~~*~~

Eh, sombong ke

Suatu hari disurau di KMNS...

Ketika sedang asyik bersembang serta bergurau bersama beberapa sahabat..

" ukhti, ana ingat enti ni sombong tau dulu.." shbtku berkata.

"oh, yeke...nmpk sombong ek" ana tertawa kecil

" huhu, sebelum kenal ingat camtu..tapi bila dah kenal, baru tau tak sombong lgsung pun..hehe"

" hrmm, baru ana tau ana nmpk sombong sblum dikenali rupanya..hehe. tak pe, susah sket org nk ngurat" sambil gelak nakal..

"hehe, enti ni.."

Dan selepas itu, bukan dari seorang ukhti je ana dengar komenan sebegini...ramai dah..waduh

"aah, kamu nmpk serius je bile jalan..tak toleh kiri kanan tgk2 orang lain ke.. dah lame saya perati"

"huhu, yeke...bagi saya, takde la wat muka serius.haha.. saya wat muka biase je..ngee, padan la orang kate sombong..adui~"

"haha.kamu,kamu.."

Seronoknya melihat senyuman

Ana masih ingat lagi, ketika di sekolah menengah dahulu, ada seorang kakak senior yang ana sgt suka melihatkannya

Kerna apa?

Kerna dia sentiasa tersenyum. Tak kisah la jumpa sesiapa(but khusus utk banat a.k.a perempuan), mesti senyum. Kadang kala kalau Nampak dia dari jauh, muka berkerut dan sepertinya ada masalah, tapi bila bertembung di tgh jalan, pasti senyuman dihadiahkan. Dari muka-yang-berkerut itu bertukar menjadi muka–yang-tenang-tiada-masalah. Wah. Jadi sejuk hati tau.

Dan di sini ada lagi seoarang tutor ana, yang ana sgt suka melihatnya juga.. orangnya sentiasa sabar dan senyum, walaupun kerenah student dia ni macam-macam..waduh (tutor tu dah smbg study..huu)

Dan ramai lagi ukhti-ukhti ana yang sebegini..

Betul lah menurut beberapa kajian, yang senyuman itu terapi buat yang memberi dan yang menerima..

Alahai, hadiah yang paling murah dan senang utk diberi..

Padanlah senyuman itu satu sedekah. Sedekah buat hati kita, sedekah kegembiraan buat sahabat kita atau orang yang menerima.

Subhanallah, hebatnya sebuah senyuman, dari mulut yang Allah ciptakan..

Perlukah senyum

Kisah pertama diatas membuat daku berfikir, perlukah utk senyum selalu..

dan melihatkan bahwa diri ini pun suka bila melihat orang tersnyum

so, why deny..

dan bila diri ini sudah bergerak jauh dalam arena dakwah ini, baru ku nampak dan mengerti keperluan dalam senyuman itu..

keperluan dalam membina dan mengekalkan ukhuwah sesama sahabt, esp sahabat seperjuangan :)

keperluan dalam menarik hati-hati mutarabbi, mad'u spy senang berada bersama kita

keperluan utk menunjukan bahwasanya, islam itu bukanlah sesuatu yang sentiasa serius dan digeruni..

keperluan utk terapi hati dan diri, spy tidak merasa lemah walaupun penat sangat..

dan banyak lagi keperluan-keperluan lain...yang tak tertaip disini..

Dan-kini-ana

Dan kini..

Ana on progress akan itu..

Ana sedang cuba untuk sentiasa senyum

Senyum buat sesiapa sahaja. kenal atau tidak..

Dah buat ujikaji. Ana puas hati..

puas dapat melihat insan yang menerima senyum dr ana, turut tersenyum..

dan hati saya turut puas walau senyuman itu tidak dibalas

aa.aa.aa..ops

ingin ana tekankan disini..

ana masih in progres..kadangkala masam juga. serius juga, sedar atau tidak.

Sebab ana in progress..

Mohon doa dari semua..especially dr yang mengenali..

Ana baru mula sikit..biar sikit-sikit ya. Tapi berterusan..insyaAllah

(*yes, ini re-post, so hasilnya x sure la skrg kan.. masih lagi terus mencuba utk jd lebih baik..doakan!)

Senyum-senyum juga..tapi

Ok, ini mungkin ingatan..

Biarlah senyuman itu mampu mendekatkan diri kita pada Allah..

Dengan melaksanakan hablumminannas~

Bukan sewenang-wenangnya senyuman seorang muslimah itu layak dilemparkan kepada sesiapa shaja..

Paham kan maksud ana?

Mahukan pencerahan? Baik, senyuman seorang muslimah buat lelaki ajnabi, rasenye tak perlu mungkin berlebih-lebihan. Cukup Sekadarnya sahaja.

Sekadarnya? Bagaimanakah? Ya, sekadar mmbuatkan rakan sekelas, cashier di supermarket, lecturer, penjual di pasar merasa kita tidak memusuhinya, dan dia merasa senang berurusan dengan kita. Senang bermaksud selesa. Tidak lebih dari itu.

Dan peringatan ini bukan hanya utk kaum Hawa di luar sana. Ini buat kaum Adam juga

Ingat, ada seketul daging disebalik 'sudur' kita yang sgt mudah berbolak balik, dan sgt sensitive. Ianya perlu dijaga. Jaga agar syaitan tak mampu menyerang kita dari segenap penjuru, dengan perkara yang mulanya bisa menjadi sedekah, akhirnya menjadi penyumbang dosa di buku 'akaun' kita. nau'zubillah! Mohon dijauhkan dari ma'siat dan dari murka-NYA

Senyumlah dengan hati

Ana baru pulang dari satu program.

Dan dari situ banyak yang ana belajar

Salah satunya: lakukan apapun dengan hati

Faham dengan hati

Baca dengan hati

Menulis dengan hati

Dan sampaikan dengan hati

Jadi, ana kira senyum pun, perlu dengan hati

Untuk siapa juga. Untuk kita yang memberi ini. Cuba try test, senyum yang bukan dr hati, dengan senyum yang ikhlas nk diberi.. bezakan?

Kita yang tidak akan puas selepas memberi senyuman plastic itu.

Dan biasanya si penerima akan merasa aura ketidak hadiran hati dlm senyuman itu .wallahua'alam

Apapun.. kita perlu cuba walau pun ikhlas itu adalah rahsia Allah..pupuk hati dan diri. Mohon petunjuk dan bantuanNya

Konklusi: senyumlah

Jika hatimu lelah, basuhlah ia dengan kesabaran.

Ceritakan dukamu pada ketabahan

Usaplah air matamu dengan harapan,

Jika kau terluka, tetaplah TERSENYUM kerana ALLAH~

Senyumlah dikala gembira, kerana itulah sebaik-baik utusan menggambarkan ketenangan di hati..

Senyumlah dikala berduka, kerna itulah m'gambarkan kerelaan hati menempuh dugaan Allah demi redhaNya

Senyumlah dengan hati kerana Allah..agar senyuman itu bisa menjadi saham yg baik diakhirah kelak~


~~*~~~*~~~*~~

buat semua: Ambil mana yang baik, tegur mana yang kurang. Semua ini dtg nya dari Allah, dn sgl kekurangan itu disandarkan pada kelemahan diri ana...wallahua'alam~


p/s: ya semua, ini re-post tulisan pd kenangan dan keadaan masa yang lalu.. masih lagi dlm process memperbaiki diri.. ambil point2 yang diwarnakan tu tau, tu yang penting.. tu yg nak dihighlightkn,tujuan re-post ini dibuat.. err cerita tu sekadar pemanis post je..kalau lah ianya manis.. hehe.. wallahua'lam.

Saturday, October 8, 2011

repost : Tarbiyah is magic

Bismillah

"bagi akaq la kan.. tarbiyah is magic.."

Tarbiyah is magic? Cetus hatiku penuh persoalan..

Yup,

Tarbiyah is magic..(cam cite fairy tail..gurau :D)

Sebab,orang yg bukanlah 'ramah' sgt dengan org lain pun,suka buat hal2 sendiri jer..

Tarbiyahlah yang menjadikan terasa perlunya beramah dengan sahabat2, dgn org lain..

Kirenye nak compare dgn dulu yg bukan mengambil peduli hal sekeliling, jd caring laah..


Tarbiyah tu kan, magic...

Before mengenal apa itu tarbiyah

Sgt x suka memasak..tapi makan suka ^^

Bukan apa,(mgkn x pndai kot), tp yela, nak belajar masak pun x desire~

But after ikut usrah, tgk akak2 nqibah suke bwk2 mknn (masak sendiri tu)..

Lagi2 bila bwk usrah, bwk adik2 nie..

jd cam makin lama makin minat nk masak..utk adik2 nie,utk shbt2 :)

Entahlah kan..

~*~

Betul jugak, ianya cam magic ( the T)

Sumtimes, org yang kite x penah pun nak jumpa..

Even bila first time jumpe (lagi2 cam time jaulah or daurah)

Cam hati ni terbuka luas menerima mereka..

Cam pelik gak kn..


Even kan,

Tarbiyah boleh jadi cam magic sgt..

Bile mana melihatkan, shbt2 kita nih kan x lokek memberi infak utk D n T ke, ape2 infak lah..

Cam on the spot pun boleh..

kdg2 even duit dlm account bank hmpir mncecah $0.00

subhanallah.. (3:134)

Bile shbt mmrlukan bantuan...kewangan atau apa2 pun..jika mampu, insan2 nih akan wiling nak tolong..atleast, tolong beri cdgn solution utk shbt yg memerlukan..

Even before ditarbiyah, kita2 nih sedikit berkira2 dll...



Urm...byk lagi kalau ikutkan..

Yang leh wat kite rasa..waaaaah~

hihi, magic tak?

Ke'magic'kan ni, asasnya ialah apa ya??

Asas nya...

IMAN

Dengan iman lahir TAQWA..

Dengan iman, lahirnya UKHUWAH..

Semua2 ni kan, dasarnya adalah iman...

Dan tarbiyah tu kan suatu proses =)

proses pembentukan diri..

Mengikut acuan quran dan hadis..

Dan perkara yg mula2 ditarbiyahkan dlm sseorg individu tuh ialah – AQIDAH dan IMAN

So sweet kan?? Huhu

Kat mana nk dpt tarbiyah eh? Jeng3..



p/s: bagi saya, tarbiyah jadikn saya lagi sayang pd Allah, sayang rasulullah, sayang pada ummi, abah, adik2(dulu garang sket..huu),sahabat, mutarabbi, murabbi( semua insan yg pernah 'menyentuh' hati sy)...seriusly yes, sy rasa bahagia itu :)

credit to kak nor. idea dr kata2nya :)

Monday, August 8, 2011

kita ratu~

Seorang lelaki British dtg kpd seorang Muslim dan bertanya, “Kenapa wanita Islam x dibenarkan berjabat tangan lelaki?

Muslim itu bertanya kembali, “Bolehkah kamu bersalam dengan Queen Elizabeth?

Lelaki itu menjawab, “Sudah tentu tidak, hanya org tertentu sahaja dibenarkan utk bersalam Queen Elizabeth.”

Muslim itu tersenyum lalu berkata. “Wanita muslim adalah ratu dan ratu tidak bersalam dengan lelaki asing"......


dear muslimah,
syariah yang Allah tetapkan utk kita,
rupanya menjadikan kita lebih special ^^

mari berfikir dgn hati :)

Wednesday, July 13, 2011

sharing : Rumaisa bt Milhan- ummu sulaym

Alhamdulillah.

insyaAllah kali ni nak share sgt ttg satu sosok yg bisa kita jadikan peribadi yg boleh dicontohi..

mula tertarik dgn peribadi ni,bila satu hari tu ana attend one program

then ada seorg budak yg comel dan aktif!

ana tnya sama ukhti di sebelah ana, "anak siapa tu ukhti, sape namanya?"

"huhu, tu anak ukhti A , Rumaisa' namanya...

ukhti disebelah ana meneruskan bicara " tau tak, kak A haritu cerita la kat kami, kenapa dia suka dan beri nama anaknya rumaisa' "

"kenapa, ceritalah"

(dan ukhti itu pun ceritalah kat ana)

Ar- Rumaisa'

nama secantik peribadi...

(ana pn start admire rumaisa')

dan ana share kan coretan yg ana jumpa di blog akhawat galway, dgn gaya bahasa yang lebih menarik utk dibaca dan lebih byk inputt nya :)
(mulanya nak tulis sndiri, tp pnjg sgt n bahasa pun x lah semenarik apa yg dishare oleh akhawat ni...)

khas untuk ukhti bintu Noh

~~~~~~~~~~~~~


Sudah sekian ramainya yang mengagumi Saidatina Khadijah radiallahu anha kerana pengorbanannya, mahupun Aisyah r.a. atas kecerdasannya atau Nusaybah r.a. atas keperwiraannya. Aku mengagumi kesemua mereka. Namun jiwaku lebih terusik dengan satu sosok yang lain.

.

Namanya Ar-Rumaisa bt Milhan.

Juga dikenali sebagai Ummu Sulaym. Walaupun sebelum kedatangan Islam ke Madinah, Rumaisa sudah dikenali kerana perwatakannya yang baik, kebijaksanaannya, dihiasi pula dengan kecantikannya dan pemikirannya yang luas dan tersendiri. Tidak hairanlah kelebihannya ini mendorong sepupunya, Malik b Nadhir untuk menikahinya dan beliau kemudiannya melahirkan Anas bin Malik radiallahu anhu, seorang sahabat baginda Rasulullah yang terkenal.

.

Apabila cahaya Islam mula terbit, orang-orang yang sihat akal & lurus fitrahnya bersegera memeluk Islam. Umm Sulaym termasuk di kalangan orang-orang pertama dari kalangan Ansar yang menerima dakwah ini daripada Mus’ab bin Umair, utusan Rasulullah yang pertama untuk berdakwah ke Madinah. Umm Sulaym juga adalah salah seorang dari 3 wanita yang terlibat dalam Perjanjian Aqabah II.

.

Yakin

Halangan besar yang pertama buat dirinya adalah kemarahan suaminya, Malik bin Nadhir. Malik yang baru pulang dari permusafiran amat terkejut dan baran dgn keislaman Umm Sulaym. Malik berkata dengan kemarahan yang memuncak,

“Apakah engkau murtad dari agamamu?!”

Tanpa gugup Umm Sulaym menjawab, “Tidak, bahkan aku telah beriman.”

Lagi-lagi menambahkan kemarahan Malik adalah tindakan Umm Sulaym yang ketika itu juga mengajarkan anaknya, Anas untuk bersyahadah. Anas yang masih kecil itu menurut ucapan ibunya, `Ashhadualla ilahaillAllah, wa ashhaduanna Muhammadar Rasulullah.`

“Jangan engkau merosakkan dia!“ tengking Malik.

“Aku sama sekali tidak merosakkan anakku.“ tegas Umm Sulaym. Malik kemudian meninggalkannya dan diceritakan telah dibunuh oleh musuhnya tidak lama selepas itu.

Tidak mungkin seorang perempuan yang ragu-ragu, lemah dan mudah terpengaruh akan mampu untuk berdiri dengan sabar, tenang & yakin seperti Umm Sulaym di hadapan suaminya, insan yang dicintai tetapi enggan menerima seruan dakwah Islam. Keimanan yang bukan ikut-ikutan, tetapi didasari kesedaran & kefahaman.

.

Bonda mithali

Umm Sulaym kemudian menumpukan sepenuh tenaganya mendidik Anas. Dia bertekad untuk tidak berkahwin lagi, melainkan dipersetujui oleh Anas. Umm Sulaym menyerahkan Anas kepada Rasulullah saw untuk berkhidmat kpd baginda setiap masa. Beliau juga mengajar Anas supaya menjaga segala rahsia baginda, walaupun terhadap diri Umm Sulaym sendiri. Hasilnya, jadilah Anas bin Malik r.a seorang sahabat Rasulullah yang begitu arif dalam ilmu-ilmu islam dan sangat banyak meriwayat hadith. Apabila Anas pulang, beliau pasti menanyakan Anas apa yang dipelajarinya dari Rasulullah hari itu. Umm Sulaym…. pastilah dia bukan calang-calang ibu.

.

Mahar Termahal

Berita tentang Umm Sulaym yang keseorangan telah sampai ke pengetahuan Abu Talhah, seorang bangsawan kacak & hartawan, menjadi kegilaan wanita-wanita Madinah. Selain merupakan seorang yang mahir dengan kuda & pemanah yang handal, dia juga berasal dari suku yang sama dengan Umm Sulaym, Banu Najjar. Abu Talhah ingin meminang & dia begitu yakin Umm Sulaym tidak akan menolaknya.

“Lelaki sepertimu, Abu Talhah… tidak mudah untuk ditolak. Tetapi aku tidak akan berkahwin denganmu kerana engkau tidak beriman.”

Menyangka Umm Sulaym menolaknya kerana sudah menemui seseorang yang lebih kaya dan berpengaruh dari dirinya, Abu Talhah berkata,

“Apa sebenarnya yang menghalangmu dari menerimaku? Emas & perak?“

“Emas & perak?” kecewa dgn tekaan Abu Talhah, Umm Sulaym bernada sedikit sinis. “Demi Allah, jika engkau memeluk Islam, aku sudi menerimamu sebagai suamiku, tanpa sebarang emas & perak. Maharku hanyalah keislaman dirimu.”

Abu Talhah diam. Dia mengerti maksud ucapan Umm Sulaym. Fikirannya melayang mengenang berhala-berhalanya. Peluang dakwah terbuka di depan mata, Umm Sulaym meneruskan bicara,

“Tidakkah engkau perhatikan, berhalamu itu tumbuh dari bumi? Tidakkah merasa sia-sia menyembah bagian pokok, yang engkau ukir sendiri dan selebihnya engkau bakar pula untuk membuat roti? Tinggalkan kepercayaan karut itu dan jika engkau beriman kepada Allah, aku sudi menerimamu sebagai suamiku dan aku tidak mahu apa-apapun pemberian melainkan keislamanmu.”

Abu Talhah meninggalkan rumah Umm Sulaym dan berfikir sedalam-dalamnya kata-kata wanita itu. Dia tahu Umm Sulaym bukan wanita yang sengaja suka bermain merayu kemewahan. Dia kembali dengan wajah yang cerah sekali.

“Aku berada di atas apa yang engkau yakini. Ashhadualla ilahaillAllah, wa ashhaduanna Muhammadar Rasulullah!” Pernikahan mereka berlangsung dan Anas begitu senang hati. Muslimin Madinah lantas berkata, “Kami tidak pernah dengar mahar yang lebih mahal & berharga dari Umm Sulaym, kerana dia telah menjadikan Islam maharnya.“

.

Sungguh keimanan Umm Sulaym tidak dapat ditawar-menawar. Dia bukan seorang wanita yang cinta dunia & meminta kemewahan dari lelaki yang mendekatinya. Padahal ketika itu ia seorang ibu tunggal dan tidak punya apa-apa. Rupanya keteguhannya itulah yang menjadi perantara hidayah bagi Abu Talhah.

.

Sayap dakwah seorang suami

Cabaran tidak habis di situ. Ketika Abu Talhah memeluk Islam, pastilah Umm Sulaym yang lebih faham tentang Ad-Deen. Abu Talhah seorang Muallaf. Dengan keteguhan iman yang dimiliki, dia membimbing suaminya, hingga Abu Talhah menjadi seorang yang begitu taat kepada Rasulullah, salah seorang yang terlibat dalam Bai’ah Aqabah II, dermawan yang menafkahkan hartanya untuk dakwah dan menyertai kesemua peperangan besar Islam. Mampukah menjadi seperti Umm Sulaym? Isteri yang meniupkan ruh jihad dan menyuburkan iman suaminya. You don’t meet such woman everyday!

.

Isteri Mithali

Satu lagi kisah yang terkenal tentang Umm Sulaym……..

Suatu ketika Abu Talhah keluar berperang dan ketika itu anak mereka Abu Umair yang sakit meninggal dunia. Umm Sulaym berpesan kepada anggota keluarganya, Janganlah kalian menceritakan kepada Abu Talhah hingga aku sendiri yang menceritakan kepadanya.”

Ketika Abu Thalhah kembali, Ummu Sulaim menyeka air matanya, kemudian dengan semangat menyambut suaminya. Apabila ditanya keadaan Abu Umair, dia menjawab seperti biasa, “Dia dalam keadaan tenang.” .Abu Thalhah menyangka bahwa anaknya sudah sihat, sehingga dia bergembira. Dia tidak mahu mendekat karena khuatir mengganggu ketenangannya. Kemudian Umm Sulaym bersolek lebih cantik daripada hari-hari sebelumnya dan memakai wangi-wangian, kemudian keduanya pun berbuat sebagaimana layaknya suami isteri. Tatkala di akhir malam beliau berkata kepada suaminya,

“Wahai Abu Thalhah, bagaimana pendapatmu seandainya ada suatu kaum meminjamkan barangnya kepada suatu keluarga kemudian suatu ketika mereka mengambil semula pinjaman tersebut, maka bolehkah bagi keluarga tersebut tidak mengizinkan?”

Abu Thalhah menjawab, Tentu saja tidak boleh.”

Ummu Sulaym berkata, Sesungguhnya anakmu adalah pinjaman dari Allah dan Allah telah mengambilnya kembali, maka tabahkanlah hatimu dengan pemergian anakmu.”

Abu Thalhah tidak kuasa menahan amarahnya. Esoknya beliau pergi menghadap Rasullah saw dan menceritakan semuanya. Rasulullah saw memuji Umm Sulaym dgn bersabda, “Semoga Allah memberi barakah kepada malam kalian berdua.” Mulai hari itulah Ummu Sulaim mengandung seorang anak yang akhirnya diberi nama Abdullah oleh Rasulullah. Seorang sahabat berkata,“Aku melihat Abdullah memiliki 7 orang anak yang kesemuanya hafiz Quran.”

.

Lihat bagaimana Ummu Sulaim melaksanakan kewajibannya terlebih dahulu, mengawal perasaannya dengan melayani suaminya di hari pertama pulang perang. Umm Sulaym yang romantik dan tenang. Tidak mungkin perilaku-perilaku terpuji itu dilakukan oleh perempuan-perempuan yang kurang “mengenal” Rabbnya! Sungguh dia boleh bersabar, memahami kepenatan suaminya, tidak langsung menceritakan hal-hal buruk yang terjadi di rumah sebaik suaminya pulang “kerja”.

.

Berani

Umm Sulaym juga tidak kalah darihal keberaniannya. Dia ikut serta dalam perang Uhud, mengubat tentera yang luka di medan, menyisipkan pisau di celahan bajunya dan turut mempertahankan Nabi di saat-saat nyawa baginda terancam. Begitu juga ketika perang Ahzab, walaupun ketika itu Umm Sulaym sedang sarat mengandung, dia siap dengan pisau, yang diniatkan untuk membunuh musuh dan sesiapa yang lari dari medan jihad. Begitulah, Ummu Sulaim memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Rasulullah saw. Baginda sering menziarahi rumah keluarga itu, kadangkala solat & tidur di sana.


*~*~*~*~*~*

Ah….. Rumaisa. Seandainya aku dan muslimah lain bisa meneladaninya, betapa rumahtangga kami adalah syurga! Wanita yang faham sungguh peranannya sebagai da’ie, isteri dan ibu. Dari rahim wanita seperti itulah lahir benih-benih peradaban. Umm Sulaym perempuan yang hanif dan menghanifkan, teguh dan meneguhkan, cerdas dan mencerdaskan. Da’ie yang berfikiran tajam & confident, kekasih yang istimewa, ibu mithali malah pejuang yang berani. Bukan calang-calang perempuan. Seorang sahabiyah Rasulullah yang akrab dan cemerlang dalam sirah. Selamat buatmu Rumaisa. Semoga masih ada Umm Sulaym-Umm Sulaym hari ini. Moga kita menjadi salah satunya….. Ameen.

..............................................................

yup, smoga bisa kita jdkn ummu sulaym as one of peribadi yg boleh dicontohi..menjadi peribadi yg baik dan dicintaiNya, insyaallah utk mmbentuk keluarga yang baik- sakinah, mawaddah wa rahmah..
sharing . hope you will get something here ukhti fillah :)

yg care,
ukhtikum fillah
uhibbunur~

Wednesday, June 22, 2011

rindu.

jauh dari lubuk hati saya

saya sangat rindu pada mereka

mereka= adik2 di sana

mereka= akhawat tsyg di sana

mereka= sahabat2 di sana


....
......
........

dan sana = terengganu

Allah, salurkan rindu sy pada mereka2...
biarkan mereka rasai didalam segenap jiwa mereka...

-dalam.rabitah-

:)

Wednesday, June 1, 2011

sabar.



sabar.

bukankah DnT itu perlu byk2 sabar didalamnya.

kehidupan pun memerlukan sabar yang berpanjangan.

kata seorang ukhti- cubalah bersabar sampai dah tak mampu bersabar.

mohonlah agar Allah meleraikan segala yg membuatkan kita x boleh lagi bersabar.

sbb bersabar buktinya ada ujian.

dan bila ada ujian, ada perhatian dr Allah.

ameen, insyaAllah.

Allahumma yassir~

:) :) :)

Monday, May 30, 2011

titipan buat akhawati~

Bismillah..

Tiap kali dikau succes, mahupun jatuh, ingatlah semua itu dibawah gengaman Allah yang pasti sgt punya banyak hikmah disebaliknya.. Allah perancang terbaik maka yakinlah apa yang dikau kecapi hari ini dan terus2an bersyukur...


amat baiklah jika seorg hambaNya yang beriman denganNya merasa yakin akan ketentuanNya,

dan tidak merasa apa2 kegoyahan dgn kejayaan atau sedikit kekurangan dan kegelinciran dan hal2 keduniaan....

( boleh review muntalaq dan juga surah hadid,ayat 22-24 x silap)


namun bilamana kegelinciran dlm hal2 ukhrawi, sudah cukup merisaukan jiwanya dan mengusik hatinya, kerna ia takut perkara itu walau sedikit mampu mengoyahkan imannya dan

kedapatannya dlm hal ukhrawi mampu membasahi dan membuatkan hatinya sejahtera..


Allahumma rabb, jadikanlah kami hambamu yang sering bersyukur. jadikan kami penyambung rantaian risalahMU yang memandang akhirat namun tidak sekali2 melupakan dunia...


Allahumma amin, ikatlah hati2 kami, atas jalan dakwahMu, atas ukhuwahkerana Mu.. maka eratkanlah ya Allah akan hati2 ini, spy ikatan hati ini mampu memberi kekuatan jiwa pada kami, walau mata kami tidak ternampak antara satu sama lain, walau tak mampu kami memeluk erat antara satu sama lain dr segi jazadi, namun biarlah jiwa kami merasakan keterikatannya..


Allahumma rahman wa rahim ampuni dosa2 dihati yang mampu menghijab hati kami dr menerima hidayah dan sinar cinta Mu..

.

pesanan ustazah syarifah- jgn tinggalkan doa rabitah selagi mana kita di jalan dakwah ni, bayangkan mata-mata akhawat kita, org yang kita nak dekati, mad'u2 kita dlm rabitah kita..insyaAllah the rest, Allah punya kuasa yang akan mengikatnya insyaAllah....


dan ambillah waktu2 free kita sekarang ni as peluang utk memamntapkan tarbiyah dzatiyah kita.. kerna kekuatan dzatiyah salah satu kekuatan yang penting dlm nak hadapi jalan DnT ni..


insyaAllah